KOTA BEKASI ,Wartanusantaradigital.com -– Pembangunan Gedung Pondok Pesantren Yasfi 3 resmi dimulai dengan ditandai prosesi peletakan batu pertama yang dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. Kehadiran Pemerintah Kota Bekasi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Pondok Pesantren Yasfi, para tokoh ulama, serta mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. Acara berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai awal pembangunan lembaga pendidikan yang diharapkan membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyampaikan harapannya agar Pondok Pesantren Yasfi 3 dapat menjadi pusat lahirnya generasi yang beriman, berilmu, dan berkarakter.
“Pondok Pesantren Yasfi yang ketiga ini mudah-mudahan mampu membawa cahaya iman, cahaya kebenaran, dan cahaya ilmu pengetahuan, serta mencetak generasi emas yang bertakwa dan berakhlak mulia,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan lembaga pendidikan tersebut. Menurutnya, kehadiran pesantren memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan moral generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Kota Bekasi, saya mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan pengurus Pondok Pesantren Yasfi. Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan ke depan semakin banyak generasi muda yang dapat menuntut ilmu di Pondok Pesantren Yasfi 3,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren, akan terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki landasan moral serta spiritual yang kuat.

Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, berkomitmen mendukung berbagai program pendidikan dan keagamaan yang dijalankan pesantren, sehingga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral dan karakter bangsa. Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya-upaya penguatan pendidikan keagamaan demi terwujudnya masyarakat Kota Bekasi yang religius, beradab, dan sejahtera,” pungkasnya.
(Nabila)
