KOTA BEKASI , wartanusantaradigital.com — Peristiwa dahan pohon tumbang kembali terjadi dan memakan korban di Jalan Raya KH. Agus Salim Kelurahan Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur ,Kota Bekasi. Insiden yang terjadi saat arus lalu lintas sedang ramai itu menimpa dua pengendara motor yang tengah melintas, yakni Nisa dan Tika.
Dalam kejadian tersebut, korban bernama Tika mengalami benturan pada bagian kepala akibat tertimpa dahan pohon yang roboh secara tiba-tiba. Sementara rekannya, Nisa, mengalami luka lecet pada bagian tangan dan tangan sebelah kanan nya bengkak akibat terjatuh saat berusaha menghindari reruntuhan pohon.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama kepada kedua korban. Suasana sempat panik karena korban terlihat kesakitan di tengah jalan raya yang masih dipadati kendaraan.
Ketua RW Setempat, Bapak Fadli, juga langsung turun ke lokasi untuk membantu proses penanganan korban. Ia segera berkoordinasi dengan pihak puskesmas agar korban, khususnya yang mengalami benturan di bagian kepala, segera mendapatkan pemeriksaan intensif karena dikhawatirkan mengalami luka dalam.
“Korban langsung kami arahkan agar mendapatkan penanganan di RSUD. Kami khawatir ada cedera serius di bagian kepala korban akibat tertimpa dahan pohon,” ujar Ketua Rw 06, Bapak Fadli di lokasi kejadian.
Tidak lama berselang, mobil ambulans dari Puskesmas Kelurahan Bekasi Jaya bersama perawat dan pegawai puskesmas datang dengan sigap ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan kepada korban.
Tim medis langsung melakukan penanganan awal sebelum membawa kedua korban ke RSUD guna mendapatkan perawatan lebih lanjut agar penanganan terhadap korban bisa dilakukan lebih cepat dan maksimal.

Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan tajam terhadap lemahnya penataan dan perawatan pohon-pohon besar di sejumlah ruas jalan Kota Bekasi.
Warga menilai pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, harus segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pohon-pohon tua dan rapuh yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Jangan sampai kejadian serupa terus berulang dan kembali memakan korban jiwa.
Pohon rindang memang penting untuk menjaga kesejukan kota, namun tanpa perawatan dan pemangkasan berkala, justru dapat berubah menjadi ancaman mematikan bagi masyarakat.
Kqmi berharap Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya bergerak setelah ada korban, tetapi melakukan langkah preventif dengan pendataan, pemangkasan, hingga penebangan pohon yang dinilai rawan tumbang, terutama saat cuaca ekstrem dan angin kencang melanda, Ujar salah seorang warga
Peristiwa di Jalan H. Agus Salim ini menjadi alarm keras bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah diminta jangan menunggu jatuhnya korban berikutnya untuk bertindak.
(Anisa, S.H)
