Kota Bekasi, Wartanusantaradigital.com — Menjelang pelaksanaan eksekusi rumah dan tanah milik H. Suparman HB yang berlokasi di kawasan Harapan Baru, Medan Satria, Kota Bekasi,
Situasi di lokasi mulai dipadati ratusan massa dari organisasi masyarakat. Sedikitnya sekitar 300 orang dari ormas GRIB Jaya dan M1R hadir di lokasi untuk memantau jalannya proses eksekusi yang rencananya akan dilakukan oleh pihak terkait.
Kehadiran ratusan anggota ormas tersebut disebut bukan untuk memperkeruh suasana ataupun melakukan tindakan anarkis, melainkan sebagai bentuk pengawasan sosial terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Mereka ingin memastikan apakah pelaksanaan eksekusi telah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku atau justru hanya berdasarkan kepentingan pihak tertentu, termasuk dugaan adanya pesanan dari pihak pemenang lelang.

Menurut keterangan pihak keluarga dan kuasa yang mendampingi pemilik rumah, hingga saat ini H. Suparman HB mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait proses lelang maupun rencana eksekusi tersebut. Baik dari badan lelang, pihak pemenang lelang, maupun instansi terkait lainnya.
“Pemilik merasa tidak pernah diberi pemberitahuan secara resmi. Tiba-tiba sudah muncul proses lelang dan akan dilakukan eksekusi. Maka kami menilai ada kejanggalan dan patut dipertanyakan,” ujar salah satu perwakilan massa di lokasi.

Pihak keluarga menyebut proses yang terjadi terkesan sepihak karena tidak adanya komunikasi maupun pemberitahuan yang jelas kepada pemilik sah rumah dan tanah tersebut.
Mereka berharap aparat penegak hukum serta pengadilan dapat bersikap objektif dan transparan sebelum melakukan tindakan eksekusi.
Awalnya, menurut informasi yang dihimpun, rumah dan tanah tersebut dijadikan agunan dalam sebuah pinjaman. Namun dalam perjalanannya muncul persoalan yang berujung pada proses lelang. Pemilik mengaku masih mempertanyakan keabsahan serta mekanisme lelang yang dilakukan karena merasa hak-haknya sebagai pemilik belum sepenuhnya diberikan.

Situasi di lokasi sendiri tampak dijaga ketat aparat keamanan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Massa ormas yang hadir juga terlihat tetap kondusif sambil menunggu kejelasan dari pihak pengadilan maupun instansi terkait.
Panglima GRIB JAYA Kota Bekasi , Bung Andree saat ditemui awak media berharap agar proses hukum dilakukan secara adil dan terbuka. Ia menegaskan bahwa kami hadir disini bukan menghalangi tugas negara, namun meminta agar setiap proses eksekusi benar-benar dilakukan sesuai aturan hukum dan tidak merugikan masyarakat kecil.
“Kami hadir untuk mengawal agar tidak ada tindakan semena-mena terhadap rakyat. Kalau memang proses hukumnya benar dan sesuai prosedur, tentu harus dijelaskan secara terbuka kepada pemilik dan masyarakat,” Tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses eksekusi masih menunggu keputusan dan perkembangan lebih lanjut dari pihak terkait. Warga sekitar pun turut menyaksikan jalannya situasi dengan harapan persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai dan sesuai koridor hukum yang berlaku.
(M.Topan)
